Tugas makalah soffskill

NAMA : ALDI
ABIANTORO
KELAS: 2IB05
NPM: 10414736
UNIVERSITAS GUNA DARMA 2015
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan
ridha-Nyalah makalah ini kami selesaikan tepat pada waktunya. Ada pun makalah
ini kami susun, untuk dapat memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Lingkungan.
Makalah ini kami beri judul “Perkembangan Penduduk Indonesia”. Kami
berharap dengan disusunnya makalah ini dapat membantu masyarakat mengetahui
pengetahuan mengenai Perkembangan Penduduk Indonesia”. Kami menyadari makalah
ini jauh dari kata sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun kami
harap kan. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Minaji
Pribadi selaku dosen "Pengantar Lingkungan" yang telah membimbing
kami, serta pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah. Semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Daftar
Isi
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
BAB I Pendahuluan
1. perkembangan
penduduk indonesia
BAB II Pembahasan
1. perkembangan penduduk dan ilmu
teknologi,pengetahuan lingkungan
Bab 1
PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah
penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu
sebelumnya Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian
dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami.
Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk
sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi itu biasa
terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas yang memadai.
Selain itu juga kebanyakan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu banyaklah
orang yang melakukan migrasi.Sehingga dalam masalah ini ,maka penduduk akan
dihadapi dengan masalah lingkungan hidup, pertumbuhan penduduk dan kelaparan,
serta kemiskinan dan keterbelakangan.
Bab 2
PEMBAHASAN
Materi dapat dilihat dengan cara membuka link
dibawah ini :
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah
bisa didefinisikan menjadi dua
1.
Orang yang tinggal di
daerah tersebut
2.
Orang yang secara
hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai
surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi
memilih tinggal di daerah lain.
Semua orang yang mendiami wilayah Indonesia
disebut penduduk Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk yang diadakan setiap 10
tahun sekali, diperoleh data jumlah penduduk Indonesia sebagai berikut :
1.
Tahun 1961 = 97,1 juta
jiwa
2.
Tahun 1971 = 119,2
juta jiwa
3.
Tahun 1980 = 147,5
juta jiwa
4.
Tahun 1990 =
179.321.641 juta jiwa
5.
Tahun 2004 = 238.452
juta jiwa
Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah
pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penyebarluasan data kependudukan. Jumlah
pendudukditentukan oleh :
1.Angka kelahiran;
2.Angka kematian;
3.Perpindahan penduduk, yang meliputi :
Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari
desa ke kota.
1.
Reurbanisasi, yaitu
perpindahan penduduk kembali ke desa.
2.
Emgrasi, yaitu
perpindahan penduduk ke luar negeri.
3.
Imigrasi, yaitu
perpindahian penduduk dari luar negeri ke dalamnegeri.
4.
Remigrasi, yaitu perpindahan
penduduk kembali ke negara asal.
5.
Transmigrasi, yaitu
perpindahan penduduk dari satu pulau kepulau lain dalam satu negara.
Perubahan Paradigma Masyarakat Dalam Memandang Fungsi Lingkungan Pemukiman
Tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali telah mengakibatkan munculnya kawasan-kawasan permukiman kumuh dan squatter (permukiman liar). Untuk mencapai upaya penanganan yang berkelanjutan tersebut, diperlukan penajaman tentang kriteria permukiman kumuh dan squatter dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta lingkungannya. Pemahaman yang komprehensif kriteria tersebut akan memudahkan perumusan kebijakan penanganan serta penentuan indikator keberhasilannya.
Rumah pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar (basic needs) manusia selain sandang dan pangan, juga pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu maka dalam upaya penyediaan perumahan lengkap dengan sarana dan prasarana permukimannya, semestinya tidak sekedar untuk mencapai target secara kuantitatif. Artinya bahwa pemenuhan kebutuhan akan perumahan dan permukiman yang layak, akan dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan di dalam masyarakat Indonesia perumahan merupakan pencerminan dan pengejawatahan dari diri pribadi manusia, baik secara perorangan maupun dalam satu kesatuan dan kebersamaan dalam lingkungan alamnya.
Ujung dari semua ledakan penduduk itu adalah kerusakan lingkungan dengan segala dampak ikutannya seperti menurunnya kualitas pemukiman dan lahan yang ditelantarkan, serta hilangnya fungsi ruang terbuka. Dampak lonjakan populasi bagi lingkungan sebenarnya tidak sederhana. Persoalannya rumit mengingat persoalan terkait dengan manusia dan lingkungan hidup. Butuh kesadaran besar bagi tiap warga negara, khusunya pasangan yang baru menikah, untuk merencanakan jumlah anak.
Pertumbuhan penduduk
adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu
dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari
tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun
1995 sampai 2000.
Selain merupakan sasaran pembangunan, penduduk juga merupakan pelaku pembangunan. Maka kualitas penduduk yang tinggi akan lebih menunjang laju pembangunan ekonomi. Usaha yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kualitas penduduk melalui fasilitas pendidikan, perluasan lapangan pekerjaan dan penundaan usia kawin pertama. Menurut Kuncoro (1997:169) menjelaskan bahwa ada tiga alasan mengapa pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menghambat pembangunan :
1.
Meningkatkan konsumsi
saat ini dan investasi yang dibutuhkan untuk membuat konsumsi dimasa yang akan
datang. Rendahnya sumber daya perkapita akan menyebabkan penduduk tumbuh lebih
cepat yang pada gilirannya membuat investasi dalam kualitas manusia semakin
sulit. Fakta menunjukkan aspek kunci dalam pembangunan adalah penduduk yang
semakin terampil dan berpendidikan.
2.
Di banyak negara
dimana penduduknya masih amat bergantung dengan sektor pertanian, pertumbuhan
penduduk mengancam keseimbangan sumberdaya alam karena pertumbuhan penduduk
memperlambat perpindahan penduduk dari struktur pertanian modern dan pekerja
modern lainnya.
3.
Pertumbuhan penduduk
yang cepat membuat semakin sulit melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk
meningkatkan perubahan ekonomi dan sosial. Secara nasional, laju pertumbuhan
penduduk relatif masih cepat walaupun ada kecenderungan menurun.
Pertumbuhan Penduduk dan
Penyakit yang berkaitan dengan Lingkungan hidup
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik
pertambahan maupun penurunannya. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk.
Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk
adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya
menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk.
Dalam dalam masalah ini maka penduduk tidak aka jauh dengan masalah kesehatan
atau penyakit yang melanda penduduk tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang
terawat ataupun pemukiman yang kumuh,seperti limbah pabrik,selokan yang tidak
terawat yang menyebabkan segala penyakit akan melanda para penghuni wilayah
tersebut yang mengakibatkan kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Untuk menjamin kesehatan bagi semua
orang di lingkunan yang sehat, perlu jauh lebih banyak daripada hanya penggunaan
teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua sektor kesehatan.
Usaha-usaha secara terintegrasi dari
semua sektor, termasuk organisasi-organisasi, individu-individu, dan
masyarakat, diperlukan untuk pengembangan pembangunan sosio-ekonomi yang
berkelanjutan dan manusiawi, menjamin dasar lingkungan hidup dalam
menyelesaikan masalah-masalah kesehatan.
Seperti semua makhluk hidup, manusia
juga bergantung pada lingkungannya untuk memenuhi keperluan-keperluan kesehatan
dan kelangsungan hidup.
Kesehatanlah yang rugi apabila
lingkungan tidak lagi memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia akan makanan, air,
sanitasi, dan tempat perlindungan yang cukup dan aman- karena kurangnya
sumber-sumber atau distribusi yang tidak merata.
Kesehatanlah yang rugi apabila orang-orang
menghadapi unsur-unsur lingkungan yang tidak ramah- seperti binatang-binatang
mikro, bahan-bahan beracun, musuh bersenjata atau supir-supir yang mabuk.
Kesehatan manusia adalah keperluan dasar
untuk pembangunan berkelanjutan. Tanpa kesehatan, manusia tidak dapat membangun
apa pun, tidak dapat menentang kemiskinan, atau melestarikan lingkungan
hidupnya. Sebaliknya, pelestarian lingkungan hidup merupakan hal pokok untuk
kesejahteraan manusia dan proses pembangunan. Lingkungan yang sehat
menghasilkan masyarakat yang sehat, sebaliknya lingkungan yang tidak sehat
menyebabkan masyarakat yang tidak sehat pula.
Pertumbuhan
Penduduk dan Kelaparan
Pertumbuhan penduduk
adalah perubahan suatu wilayah yang dikarenakan bertambahnya angka kelahiran
maupun berkurangnya jumlah penduduk yang dikarenakan angka kematian
bertambah,perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain atau ke tempat
lain seperti migrasi,transmigrasi dab sebagainya.
Jumlah penduduk
disuatu wilayah saat ini sangat mencemaskan selain bertambahnya jumlah penduduk
maka semakin sempit pula bagi mereka yang untuk mendapatka lapangan pekerjaan
ataupun untuk mencari mata pencarian mereka untuk menjalani kebutuhan
hidup,karena dapat menimbulkan angka kelaparan di bangsa ini akan bertambah
yang disebabkan masalah tadi seperti sulitnya untuk berusaha mendapatkan kerja
untuk mencukupi kebutuhan hidup karena semaki padatnya penduduk maka semakin
sempit pula peluang mereka untuk mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan.
Dari masalah tersebut
maka angka kematian pun semakin bertambah,dan bisa merepotkan para pemerintah
untuk menyensus penduduk yang bertempat tinggal,walaupun pemerintah sudah
mencanangkan program untuk keluarga yang berencana tetapi sulit untuk bagi kita
menjalankan perintah tersebut dikarenakan masalah ekonomi dan kebutuhan yang
mendesak.
Maka dari itu semoga
pemerintah bisa lebih tegas lagi untuk menjalankan program tersebut di
antaranya mencegah orang untuk bermigrasi,karena dengan migrasi banyak orang
yang menganggur dan menyusahkan pemerintah untuk menyensus selain itu para
migrasi yang tidak bekerja hanya menjadi pengemis jalanan yang menyebabkan
kepadatan penduduk yang sia – sia dan menyebabkan banyak orang yang kelaparan
yang bisa mengakibatkan kematian.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
Negara Indonesia merupakan negara yang besar dan beraneka ragam
etnis serta budaya.Kemajuan negara sesungguhnya tergantung kepada tingkat
pendidikan di Negara tersebut, kualitas serta mutu pendidikan yang tingi dapat
menjadi jaminan untuk kemajuan dan kesejahteraan negara. Di tengah pertambahan
jumlah penduduk yang semakin tidak terkontrol membuat peningkatan kualitas di
dunia pendidikan merupakan pilihan yang harus dikedepankan. Perombakan sistem
ketransmigrasian juga akan mendukung pemerataan penduduk.Jadi, peningkatan
kualitas Pendidikan dan keefektifan pola transmigrasi dapat memperbaiki
kuterpurukan dalam mengurus kepadatan penduduk yang semakin hari kian
membludak.Oleh karena pertumbuhan penduduk dipengaruhi Tingkat pendidikan,
Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup, Kelaparan,Kemiskinan dan
Keterbelakangan .Maka kita harus bisa memperbaiki semua masalah itu,dan mulai
mencari jalan keluar yang terbaik agar semua permasalahan dinegara kita bia
terselesaikan.Dan masyarakatnya pun bisa hidup dengan sejahtera,karena tidak
dipungkiri bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya
Alam.Jadi tidak masuk akal kalau masyarakatnya kebanyakan hidup dibawah garis
kemiskinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar